Tuesday, December 1, 2015

Haii Gio


Haii Gio
Apa kabar kamu? Semoga kamu baik-baik saja ya. Oh yaa semalem aku mimpiin kamu. Apa mungkin aku kangen banget ya sama kamu. Kamu kangen ga sama aku? Aku harap kamu demikian.

Haii Gio
Hari ini aku pergi ke bioskop untuk menonton film Hunger Games Mockingjay Part 2 dengan Putra. Dulu ketika film Hunger Games Mockingjay Part 1 aku nontonnya berdua kamu yah.
Oh iya gimana kabar kamu? Semoga kamu baik-baik aja. Aku kangen kamu. Kamu juga kan?

Haii Gio
Hari ini aku pergi lagi dengan Putra ke cafe. Kamu tau ga kita ketawa-ketawa bareng, bercanda bareng, dan ngopi bareng. Kamu inget ga, itu kan hal yang pernah kita lakuin berdua dulu. Oh yaa aku mimpiin kamu lagi. Pasti kamu kangen aku ya? Gausah malu ungkapin aja. Aku juga kangeeenn banget sama kamu.

Haii Gio
Lagi lagi aku pergi dengan Putra dan gak terasa sudah dua bulan kenal dengan dia. Dia itu sosok laki-laki yang baik, perhatian, dan asik. Tapi selama ini kita hanya temenan kok.
Aku juga sudah menganggap dia seperti kakak ku. Dia selalu mendengarkan ceritaku, meredamkan amarahku, dan menghiburku.
Menurut kamu dia gak suka aku kan? Dan hanya menganggap aku temannya?
Ketika kita ngedate, aku gak ngerasain kimestri apa-apa. Beda ketika aku ngedate dengan kamu. Jika kita sedang ngedate, aku ngerasa bahagia, nyaman, dan rasanya ingin selalu memeluk kamu.

Haii Gio
Kamu inget gak ini tanggal berapa?Ini tanggal 5 Oktober, dan hari ini adalah ulang tahun kamu. Happy Birthday Gio, semoga kamu selalu sehat dan bahagia. Maaf aku gak bisa kasih kado apa-apa seperti ulang tahun kamu di tahun lalu. Tapi doaku selalu menyertaimu.
Aku bikin vidio untuk ulang tahun kamu. Liat di youtube ya, dan aku harap kamu suka.

Haii Gio
Waktu berjalan begitu cepat ya, dan gak terasa kita sudah tidak bertemu selama setengah tahun. Dan aku benar-benar rindu kamu. Apa kamu juga merasakan hal demikian?
Oh ya gimana kabar kamu hingga saat ini? Pasti kamu baik-baik kan. Dan pasti kamu bahagia kan? Aku disini kurang bahagia, karena kamu tidak ada disini. Walaupun Putra yang selalu disampingku dan menghiburku. Andai saja kamu ada dihadapanku sekarang.

Haii Gio
Kali ini Putra mengajak aku jalan-jalan ke Pantai. Kamu tau gak pas kita sampai Pantai itu apa yang Putra lakuin. Dia menyatakan cintanya kepada ku. Aku gak bisa jawab apa-apa dan hanya tertawa. Lalu dia menatapku dengan tatapan yang serius, bahwa dia ingin menjadikan bukan hanya sekedar pacar, tetapi calon istrinya.
Disitu aku merasa degdegan, dan aku menjawabnya sambil meneteskan air mata, "Putra maafin aku ya, selama ini aku menganggap kamu hanya sebagai seorang teman dan kakak tidak lebih. Kamu tau perasaanku untuk siapa. Aku masih setia kak untuk menunggu dia kembali. Walaupun aku harus menunggu selama setahun atau dua tahu. Atau aku akan menunggu sampai dia menikah dengan wanita lain. Disitulah baru aku berhenti berharap".
Dan Putra menjawab "Gapapa kalau kamu hanya menganggap aku sebagai seorang kakak. Tapi Bella, kamu itu pantas untuk bahagia. Jangan sia-siakan waktumu untuk menunggu. Dan seseorang yang kamu tunggu tidak mengetahuinya bahwa kamu masih menunggunya untuk kembali".
Aku tau kok Putra, dia gak akan pernah tau aku nunggu dia disini. Tapi hati aku masih yakin untuk dia. Dan aku juga yakin bahwa dihati dia masih ada aku. Jawab Bella.
Kamu tau ga Gio, pria mana yang masih aku tunggu hingga saat ini?

Haii Gio
Aku seneng banget hari ini, aku nyiptain puisi untuk kamu. Kamu mau denger gak? Nih ya aku bacain.
Bulan sabit yang tiba dimalam ini
Membuatku ingat akan senyumanmu
Bintang-bintang yang bersinar terang
Ku gambar membentuk wajahmu
Esok pagi ku melihat embun
Sejuk seperti pelukanmu
Pelangi yang begitu indah dilangit
Mengingatkan ku akan indahnya cintamu
Kamu adalah bulan yang tak bisa ku gapai
Kamu adalah bintang yang tak bisa ku sentuh
Kamu adalah pelangi yang tak bisa ku peluk
Tetapi kamu begitu indah walau tak dapat dimiliki


Setahun sudah aku tidak mendengar suaramu lagi, melihat wajahmu lagi, bahkan aku tidak bisa memelukmu lagi Gio. Mungkin penantian ku cukup sampai sini saja. Maaf kalau puisi itu tidak ku berikan kepadamu. Aku hanya berani mengirim puisi itu melalui media sosial yang telah kamu blok, sehingga kamu tidak bisa membacanya. 
Dan aku memutuskan untuk tidak memilih Putra, karena aku tau aku belum bisa seutuhnya melupakanmu. Aku hanya ingin sendiri sampai saatnya tiba seseorang yang tulus mencintaiku dan selalu mempertahanku dalam keadaan apapun.


1 comment: