Masa-masa kuliah sangat menyenangkan bila dinikmati. Meskipun ada masa dimana kuliah akan membuat seorang mahasiswa depresi. Hal-hal yang membuat depresi adalah nilai jelek dan skripsi yang belum selesai. Yang paling menyenangkan dimasa kuliah adalah mempunyai banyak teman. Bahkan yang awalnya hanya menjadi teman bisa timbul rasa cinta.
Jessi adalah salah satu mahasiswi yang ceria dan cantik di Universitas LSRP, dan dia banyak disukai oleh semua temannya dikampusnya terutama oleh para lelaki. Tetapi walaupun Jessi banyak di gemari teman kampusnya, ia tak pernah sombong. Jessi mempunyai beberapa sahabat yang sangat setia menemaninya dikampus. Teman-temannya bernama Ucil, Nobi, Mila, Febrian, dan Fahry. Dari pertama kali masuk kuliah, Jessi menyukai seorang laki-laki yang juga berkuliah di sana. Lelaki itu sangat kaku dan dingin terhadap perempuan. Makanya sejak pertama kali mereka kenal mereka tak saling menyapa layaknya teman-temankampus yang lain.
Keseharian dikampus membuat Jessi, Ucil, Nobi, Mila, Febrian, dan Fahry melakukan banyak hal bersama-sama. Seperti mencari tempat makan yang recommended, terkadang juga mereka suka karokean dan nonton bioskop bersama. Semakin banyak hal ang dilakukan bersama, semakin erat pula persahabatan mereka. Dan di dalam persahabatan itu terselip satu cinta antara mereka.
Diam-diam Febrian menyukai Jessi sejak lama. Febrian terpaku pada paras wajah Jessi yang cantik dan keramahan dirinya, tetapi Febrian tidak berani mengungkapkan perasaannya kepada Jessi. Febrian hanya mendekati Jessi sebagai seorang teman. Mereka berdua sering curhat-curhatan mengenai masalah mereka. Terutama Febrian yang selalu curhat tentang mantannya, dia belum move on dari sang mantan.
Sering berkumpul dan pergi jalan-jalan bersama, Febrian mulai berani menyatakan perasaannya kepada Jessi. Jess, jujur gue suka sama lo semenjak pertama kita kenal. Gue selalu curhat tentang mantan gue bukan karna gue ga move on dari dia, tapi gue cuma cari bahan pembicaraan supaya gue bisa ngobrol banyak dengan lo, dan chatting-chattingan sampai malam dengan lo. Lo mau gak Jess jadi pacar gue? "tanya Febrian". Becandaan lo lucu banger yan, hahaha. Lo itu tau gue gimana, bahkan sampe hal terburuk dalam diri gue lo tau. Masa iya lo bisa suka sama cwe kaya gue? "jawab Jessi". Semua orang memang punya sisi buruk Jess. Tapi intinya kali ini gue serius suka sama lo dan gak bercanda "sahut Febrian". Oke kalo emang lo beneran suka sama gue, gue kasih lo waktu untuk buktiin. Dan buat gue supaya gue bisa jatuh hati sama lo juga. Buat sekarang kita deket aja dulu "jawab Jessi".
Jessi dan Febrian semakin dekat melebihi ikatan pertemanan. Dan dengan perlahan Jessi mencoba melupakan perasaan sukanya kepada lelaki dingin teman kampusnya. Tetapi meskipun Jessi telah mengubur dalam-dalam perasaannya terhadap laki-laki itu, tetapi ia masih sering mencuri-curi pandangan ketika sedang belajar di kampus.
Sudah cukup lama Febrian dekat dengan Jessi, tetapi mereka berdua belum menyandang status berpacaran. Febrian sudah merasa sangat berjuang membuktikan perasaan cintanya kepada Jessi. Pernah sesekali Febrian menanyakan tentang kepastian hubungan merek, tetapi Jessi hanya menjawab "jalanin aja dulu, gue mau lo buktiin kalo lo beneran suka sama gue". Febrian merasa digantungkan perasaannya dengan harapan palsu yang diberikan oleh Jessi. Biarpun Febrian merasa dirinya hanya di PHP-in, ia tetap ingin berada di dekat Jessi dan masih mau menjadi teman dekatnya yang selalu setia menuruti permintaan-permintaan gadis itu.
Dua tahun waktu berlalu begitu saja, Jessi dan Febrian tidak memastikan kejelasan status mereka. Jessi sesungguhnya tidak mempunyai perasaan terhadap Febrian, tetapi ia membuat Febrian menunggunya. Sedangkan disisi lain ternyata perasaan Jessi kepada lelaki dingin itu masih ada dan ia masih sering mencuri pandangan ke laki-laki itu. Nama laki-laki itu adalah Miko. Sudah cukup lama Jessi mengagumi Miko secara diam-diam. Akhirnya Jessi memberanikan diri untuk mendekati Miko setelah lama hanya menyukai pria itu diam-diam.
Berawal dari tugas kelompok yang diberikan oleh dosen. Dosen tersebut memilihkan mahasiswa dalam kelompok, Miko dan Jessi sekelompok tugas. Lalu mereka tukeran nomor handphone untuk saling menanyakan tugas. Tetapi mereka chatting tidak hanya untuk menanyanyakan mengenai tugas, tetapi hal-hal pribadi mereka masing-masing. Dan dari sanalah mereka berdua mulai dekat.
Berhasil mendekati Miko melalui chatting, Jessipun melupakan perasaan seseorang yang di gantung olehnya sejak lama. Febrian hanya bisa melihat perubahan yang ada pada diri Jessi terhadapnya. Dengan rasa kecewa dan lapang dada, Febrian masih mau berteman dekat dengan Jessi.
Beberapa bulan kemudian setelah Miko dan Jessi dekat, Miko mengajak Jessi nonton bioskop. Film berlangsung seru hingga mereka tidak sengaja saling menengok lalu terbentur kepala satu sama lain. Membuat mereka berdua menjadi salah tingkah dan tentunya membuat Jessi merasa sangat senang.
Miko dan Jessi terbiasa chattingan setiap hari dan ngedate seminggu sekali, timbullah rasa nyaman dikeduanya. Jessi menganggap bahwa Miko mempunyai perasaan yang sama dengan dirinya. Tetapi sejak Miko dan Jessi dekat, Miko tidak pernah menyinggung pembicaraan mengenai perasaan.
Tiga bulan sudah mereka dekat, sering makan malam berdua dan nonton bioskop tetapi tak ada satupun teman kampus yang lain mengetahui hubungan Miko dan Jessi. Tidak ada alasan yang jelas mengapa mereka harus ngedate sembunyi-sembunyi dati teman-temannya. Miko juga belum menyatakan perasaannya terhadap Jessi. Karena sudah terlalu lama menyembunyikan perasaannya terhadap Miko, akhirnya Jessi menceritakan kedekatannya dengan Miko kepada sahabat-sahabatnya. Respon yang diberikan semua sahabatnya adalah respon yang negatif. Tetapi Jessi tidak percaya dengan perkataan teman-temannya dan ia tetap dekat dengan Miko.
Lima bulan berlalu, Mikopun belum menyatakan juga perasaannya kepada Jessi. Jessi merasa sangat jengkel, lalu dia memancing Miko untuk bisa menyatakan perasaannya kepadanya. Dan berharap perasaan Miko sama dengan apa yang dirasakan Jessi. Pada satu moment, Jessi menanyakan kepada Miko bagaimana perasaannya terhadap Jessi. Dan Miko menjawab bahwa ia juga menyukai Jessi. Walaupun sudah sama-sama mengetahui perasaan satu sama lain, tetapi mereka belum juga menyandang status berpacaran. Bahkan Miko juga tidak menanyakan apakah Jessi mau menjadi kekasihnya.
Pikiran Jessi menjadi campur aduk memikirkan apa yang sebenarnya ada di dalam hati dan pikiran Miko. Jessipun kembali meminta nasehat kepada teman-temannya. Tetapi teman-temannya tidak mendengarkan cerita Jessi dan hanya berkata "nikmatin aja, kan lo yang milih untuk dekat dengannya". Tetapi salah satu temannya yang bernama Ucil menasehatinya melalui chatting "Jess, gue takut sebenernya kalo Miko hanya ngasih harapan palsu ke lo, tapi semua balik ke lo maunya gimana. Kan lo yang lebih tau gimana Miko daripada gue dan teman-teman"."Gue ga percaya, masa setega itu Miko PHPin gue. Dia baik banget sama gue dan dia juga ngabarin gue kalo dia pergi kemanapun "jawab Jessi". "Mungkin dia baik sama lo, tapi bisa jadi dia memang ramah sama semua cwe. Kalau dia suka sama lo, kenapa dia gak nembak lo, kenapa dia ga jadiin lo pacarnya? Kalian tuh deket udah lumayan lama Jess "saut Ucil" "Entahlah Cil gue bingung, gue akan pikir-pikir lagi deh tentang perasaan gue ke Miko".
Sejak teman-temannya memberikan respon yang negatif mengenai hubungannya dengan Miko. Jessi agak menghindar dari Miko. Jessi menghindar bukan berarti dia tidak peduli dengan Miko, tetapi justru dia stalking Miko diam-diam. Dan benar apa yang dinasehati oleh teman-temannya tentang Miko. Miko hanya memberikan harapan palsu kepadanya agar Jessi merasa sakit hati. Karena Miko mempunyai teman bernama Kevin, dan Kevin sangat menyukai Jessi dari pertama kali ia bertemu di kampus dengan Jessi. Tetapi Jessi selalu menghiraukan Kevin. Disitulah Kevin meminta Miko untuk membuat Jessi sakit hati.
Setelah mengetahui semua tentang niat Miko mendekatinya, Jessi perlahan-lahan menjauhi Miko. Meskipun mereka masih sering bertemu di kampus, mereka tidak pernah jalan bareng lagi. Dan akhirnya Jessi benar-benar meninggalkan Miko tanpa memberi alasan. 101010
Febrian melihat Jessi menjadi agak murung semenjak Jessi menjauhi Miko. Febrian tidak tega melihat Jessi yang seperti ini, dan Febrian memutuskan untuk menemui Miko dan memberi pelajaran kepadanya. Sayangnya niat Febrian ini dihalangi oleh Jessi. Dan pada akhirnya Jessi mencoba membuka hati untuk Febrian yang selama ini selalu mencintainya.
Jessi adalah salah satu mahasiswi yang ceria dan cantik di Universitas LSRP, dan dia banyak disukai oleh semua temannya dikampusnya terutama oleh para lelaki. Tetapi walaupun Jessi banyak di gemari teman kampusnya, ia tak pernah sombong. Jessi mempunyai beberapa sahabat yang sangat setia menemaninya dikampus. Teman-temannya bernama Ucil, Nobi, Mila, Febrian, dan Fahry. Dari pertama kali masuk kuliah, Jessi menyukai seorang laki-laki yang juga berkuliah di sana. Lelaki itu sangat kaku dan dingin terhadap perempuan. Makanya sejak pertama kali mereka kenal mereka tak saling menyapa layaknya teman-temankampus yang lain.
Keseharian dikampus membuat Jessi, Ucil, Nobi, Mila, Febrian, dan Fahry melakukan banyak hal bersama-sama. Seperti mencari tempat makan yang recommended, terkadang juga mereka suka karokean dan nonton bioskop bersama. Semakin banyak hal ang dilakukan bersama, semakin erat pula persahabatan mereka. Dan di dalam persahabatan itu terselip satu cinta antara mereka.
Diam-diam Febrian menyukai Jessi sejak lama. Febrian terpaku pada paras wajah Jessi yang cantik dan keramahan dirinya, tetapi Febrian tidak berani mengungkapkan perasaannya kepada Jessi. Febrian hanya mendekati Jessi sebagai seorang teman. Mereka berdua sering curhat-curhatan mengenai masalah mereka. Terutama Febrian yang selalu curhat tentang mantannya, dia belum move on dari sang mantan.
Sering berkumpul dan pergi jalan-jalan bersama, Febrian mulai berani menyatakan perasaannya kepada Jessi. Jess, jujur gue suka sama lo semenjak pertama kita kenal. Gue selalu curhat tentang mantan gue bukan karna gue ga move on dari dia, tapi gue cuma cari bahan pembicaraan supaya gue bisa ngobrol banyak dengan lo, dan chatting-chattingan sampai malam dengan lo. Lo mau gak Jess jadi pacar gue? "tanya Febrian". Becandaan lo lucu banger yan, hahaha. Lo itu tau gue gimana, bahkan sampe hal terburuk dalam diri gue lo tau. Masa iya lo bisa suka sama cwe kaya gue? "jawab Jessi". Semua orang memang punya sisi buruk Jess. Tapi intinya kali ini gue serius suka sama lo dan gak bercanda "sahut Febrian". Oke kalo emang lo beneran suka sama gue, gue kasih lo waktu untuk buktiin. Dan buat gue supaya gue bisa jatuh hati sama lo juga. Buat sekarang kita deket aja dulu "jawab Jessi".
Jessi dan Febrian semakin dekat melebihi ikatan pertemanan. Dan dengan perlahan Jessi mencoba melupakan perasaan sukanya kepada lelaki dingin teman kampusnya. Tetapi meskipun Jessi telah mengubur dalam-dalam perasaannya terhadap laki-laki itu, tetapi ia masih sering mencuri-curi pandangan ketika sedang belajar di kampus.
Sudah cukup lama Febrian dekat dengan Jessi, tetapi mereka berdua belum menyandang status berpacaran. Febrian sudah merasa sangat berjuang membuktikan perasaan cintanya kepada Jessi. Pernah sesekali Febrian menanyakan tentang kepastian hubungan merek, tetapi Jessi hanya menjawab "jalanin aja dulu, gue mau lo buktiin kalo lo beneran suka sama gue". Febrian merasa digantungkan perasaannya dengan harapan palsu yang diberikan oleh Jessi. Biarpun Febrian merasa dirinya hanya di PHP-in, ia tetap ingin berada di dekat Jessi dan masih mau menjadi teman dekatnya yang selalu setia menuruti permintaan-permintaan gadis itu.
Dua tahun waktu berlalu begitu saja, Jessi dan Febrian tidak memastikan kejelasan status mereka. Jessi sesungguhnya tidak mempunyai perasaan terhadap Febrian, tetapi ia membuat Febrian menunggunya. Sedangkan disisi lain ternyata perasaan Jessi kepada lelaki dingin itu masih ada dan ia masih sering mencuri pandangan ke laki-laki itu. Nama laki-laki itu adalah Miko. Sudah cukup lama Jessi mengagumi Miko secara diam-diam. Akhirnya Jessi memberanikan diri untuk mendekati Miko setelah lama hanya menyukai pria itu diam-diam.
Berawal dari tugas kelompok yang diberikan oleh dosen. Dosen tersebut memilihkan mahasiswa dalam kelompok, Miko dan Jessi sekelompok tugas. Lalu mereka tukeran nomor handphone untuk saling menanyakan tugas. Tetapi mereka chatting tidak hanya untuk menanyanyakan mengenai tugas, tetapi hal-hal pribadi mereka masing-masing. Dan dari sanalah mereka berdua mulai dekat.
Berhasil mendekati Miko melalui chatting, Jessipun melupakan perasaan seseorang yang di gantung olehnya sejak lama. Febrian hanya bisa melihat perubahan yang ada pada diri Jessi terhadapnya. Dengan rasa kecewa dan lapang dada, Febrian masih mau berteman dekat dengan Jessi.
Beberapa bulan kemudian setelah Miko dan Jessi dekat, Miko mengajak Jessi nonton bioskop. Film berlangsung seru hingga mereka tidak sengaja saling menengok lalu terbentur kepala satu sama lain. Membuat mereka berdua menjadi salah tingkah dan tentunya membuat Jessi merasa sangat senang.
Miko dan Jessi terbiasa chattingan setiap hari dan ngedate seminggu sekali, timbullah rasa nyaman dikeduanya. Jessi menganggap bahwa Miko mempunyai perasaan yang sama dengan dirinya. Tetapi sejak Miko dan Jessi dekat, Miko tidak pernah menyinggung pembicaraan mengenai perasaan.
Tiga bulan sudah mereka dekat, sering makan malam berdua dan nonton bioskop tetapi tak ada satupun teman kampus yang lain mengetahui hubungan Miko dan Jessi. Tidak ada alasan yang jelas mengapa mereka harus ngedate sembunyi-sembunyi dati teman-temannya. Miko juga belum menyatakan perasaannya terhadap Jessi. Karena sudah terlalu lama menyembunyikan perasaannya terhadap Miko, akhirnya Jessi menceritakan kedekatannya dengan Miko kepada sahabat-sahabatnya. Respon yang diberikan semua sahabatnya adalah respon yang negatif. Tetapi Jessi tidak percaya dengan perkataan teman-temannya dan ia tetap dekat dengan Miko.
Lima bulan berlalu, Mikopun belum menyatakan juga perasaannya kepada Jessi. Jessi merasa sangat jengkel, lalu dia memancing Miko untuk bisa menyatakan perasaannya kepadanya. Dan berharap perasaan Miko sama dengan apa yang dirasakan Jessi. Pada satu moment, Jessi menanyakan kepada Miko bagaimana perasaannya terhadap Jessi. Dan Miko menjawab bahwa ia juga menyukai Jessi. Walaupun sudah sama-sama mengetahui perasaan satu sama lain, tetapi mereka belum juga menyandang status berpacaran. Bahkan Miko juga tidak menanyakan apakah Jessi mau menjadi kekasihnya.
Pikiran Jessi menjadi campur aduk memikirkan apa yang sebenarnya ada di dalam hati dan pikiran Miko. Jessipun kembali meminta nasehat kepada teman-temannya. Tetapi teman-temannya tidak mendengarkan cerita Jessi dan hanya berkata "nikmatin aja, kan lo yang milih untuk dekat dengannya". Tetapi salah satu temannya yang bernama Ucil menasehatinya melalui chatting "Jess, gue takut sebenernya kalo Miko hanya ngasih harapan palsu ke lo, tapi semua balik ke lo maunya gimana. Kan lo yang lebih tau gimana Miko daripada gue dan teman-teman"."Gue ga percaya, masa setega itu Miko PHPin gue. Dia baik banget sama gue dan dia juga ngabarin gue kalo dia pergi kemanapun "jawab Jessi". "Mungkin dia baik sama lo, tapi bisa jadi dia memang ramah sama semua cwe. Kalau dia suka sama lo, kenapa dia gak nembak lo, kenapa dia ga jadiin lo pacarnya? Kalian tuh deket udah lumayan lama Jess "saut Ucil" "Entahlah Cil gue bingung, gue akan pikir-pikir lagi deh tentang perasaan gue ke Miko".
Sejak teman-temannya memberikan respon yang negatif mengenai hubungannya dengan Miko. Jessi agak menghindar dari Miko. Jessi menghindar bukan berarti dia tidak peduli dengan Miko, tetapi justru dia stalking Miko diam-diam. Dan benar apa yang dinasehati oleh teman-temannya tentang Miko. Miko hanya memberikan harapan palsu kepadanya agar Jessi merasa sakit hati. Karena Miko mempunyai teman bernama Kevin, dan Kevin sangat menyukai Jessi dari pertama kali ia bertemu di kampus dengan Jessi. Tetapi Jessi selalu menghiraukan Kevin. Disitulah Kevin meminta Miko untuk membuat Jessi sakit hati.
Setelah mengetahui semua tentang niat Miko mendekatinya, Jessi perlahan-lahan menjauhi Miko. Meskipun mereka masih sering bertemu di kampus, mereka tidak pernah jalan bareng lagi. Dan akhirnya Jessi benar-benar meninggalkan Miko tanpa memberi alasan. 101010
Febrian melihat Jessi menjadi agak murung semenjak Jessi menjauhi Miko. Febrian tidak tega melihat Jessi yang seperti ini, dan Febrian memutuskan untuk menemui Miko dan memberi pelajaran kepadanya. Sayangnya niat Febrian ini dihalangi oleh Jessi. Dan pada akhirnya Jessi mencoba membuka hati untuk Febrian yang selama ini selalu mencintainya.
No comments:
Post a Comment