Monday, August 10, 2015

Jatuh Cinta? Aku takut

Setelah putus dengan mantan kekasihnya, Juli merasa sangat galau. Ini adalah kegalauan terberat yang di alaminya dibandingkan dengan mantan-mantan kekasihnya yang lain. Karena hubungan Juli dengan mantan kekasihnya itu bernama Angga sudah menjurus ke pernikahan. Tetapi yang namanya jodoh ada di tangan tuhan. Manusia bisa saja berencana apapun, tetapi Tuhan yang punya kehendak terjadinya suatu hal.

Sekarang status “jomblo” melekat di dirinya. Beberapa temannya ada yang mengejek dia dengan sebutan jomblo itu, karena Juli lebih terkenal sebagai tukang PHP-in cwo-cwo. PHP itu adalah pemberi harapan palsu. Ada juga teman-teman yang mengetahui bahwa Juli jomblo mereka mencoba mendekatinya. Akan tetapi tetap saja, Juli masih galau semenjak kejadian putus dengan kekasihnya itu.

Sudah ada dua cwo yang dikenalkan temannya ke Juli. Tetapi Juli tidak cocok dengan  mereka. Entah Juli yang memang benar merasa tidak cocok atau dia belum bisa membuka hatinya untuk orang lain. Atau mungkin Juli memberi waktu kepada dirinya sendiri untuk bersedih dan mencoba mengambil hikmah dari patah hati yang ia alami dan rasakan.
Lima bulan berlalu, Juli mulai move on sedikit demi sedikit. Juli pun mulai menyibukkan dirinya agar tidak teringat kenangan bersama mantan kekasihnya itu. Juli lebih sering bermain dengan teman-temannya. Karena teman yang baik itu selalu menemani disetiap saat dibutuhkan, bahkan ketika sedang patah hati dan mencoba move on.

Suatu ketika ada seorang cwo yang mendekati Juli. Laki-laki itu bernama Rama. Baru beberapa kali kencan, Juli sudah jatuh hati kepadanya.  Rasa kegalauan karena putus dengan mantan kekasihnya semakin hilang. Bagaikan hujan yang beganti langit cerah. Akan tetapi, Rama belum menyatakan cinta kepada Juli.

Perasaan jatuh cinta itu seketika berubah menjadi perasaan takut. Rasa takut di kecewakan lagi, rasa takut akan merasakan patah hati lagi, dan takut akan kata serius. Pandangan Juli terhadap cinta menjadi berubah. Di pikirannya tertanam bahwa orang yang akan menyakitinya adalah orang yang di cintainya.

Rasa takut dan trauma yang di alaminya membuat Juli menjadi salah tingkah kepada Rama hingga membuat Rama menjadi bertanya-tanya ada apa dengan Juli. Terkadang Juli mencoba menjauhi Rama, tetapi di dalam hatinya ia ingin sekali memiliki pria itu.


Walaupun di bayangi rasa kebimbangan dan rasa takut akan patah hati lagi, Juli mencoba tetap melangkah mengikuti kata hatinya untuk jatuh cinta lagi dan membuka hatinya untuk Rama. Dan membuang jauh-jauh pikiran negatifnya tentang patah hati. Karena ia menyadari bahwa Tuhan menciptakan segalanya di dunia berpasang-pasangan. Hitam putih, pria wanita, siang malam, garpu sendok, jatuh cinta patah hati. Dan bila kita sudah memutuskan untuk jatuh cinta kepada seseorang, kita harus mempersiapkan diri untuk merasakan kecewa dan sakit hati. Karena di dalam hubungan asmara tidak ada yang tidak pernah bertengkar atau salah paham.

Seiring berjalannya waktu, Juli dan Rama semakin dekat, tetapi mereka berdua belum 
menentukan kemana arah hubungan mereka. Karena Rama belum menyatakan cintanya kepada Juli semenjak dia PDKT. Juli bertanya kepada Rama, apakah Rama menyukai dirinya? Tetapi jawaban Rama selalu sama “jalani saja dulu yang ada sekarang, aku ga ingin terburu-buru”. Juli mencoba menerima jawaban Rama untuk menjalani hubungan yang ada tanpa status itu.

Dari perkataan Rama yang meminta untuk menjalani hubungan tanpa status itu menimbulkan banyak pertanyaan di kepala Juli. Apakah Rama memang ingin serius kepada dirinya hingga tidak mau terlalu terburu-buru menjalin hubungan yang serius? Apakah Rama masih nyaman dengan status single nya? Apakah masih ada hati yang di jaga? Apakah sebenarnya Rama mempunyai seorang pacar? Semua pertanyaan positif sampai negatif tumpah ruweh menjadi satu dipikirannya hingga membuat Juli merasa galau.

Karena penasaran dengan semua pertanyaan yang ada di kepalanya. Juli mulai stalking tentang Rama. Ia menanyakan bagaimana sikap keseharian Rama kepada temannya yang mengenalkan dia kepada Rama. Ia juga stalking melalui media sosial.  Bahkan ia menjadi agak protektif kepada Rama. 

Sedikit demi sedikit, Juli mulai mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mengenai Rama. Ternyata Rama adalah sosok lelaki yang genit, tebar pesona, dan pemberi harapan palsu kepada semua wanita, tetapi orang yang mengenalnya tidak akan menyangka dia genit karena wajahnya yang sangat polos. Juli merasa sakit hati dan tertipu dengan muka luguh Rama.

Suatu hari Juli bertemu dengan Rama dan membahas lagi semua tentang hubungan mereka. Jawaban Rama masih tetap sama ingin menjalani yang ada saja. Untuk kali ini Juli tidak bisa menerima jawaban Rama yang seperti itu. Akhirnya Juli mengeluarkan semua isi hati dan pikirannya kepada Rama. Juli membongkar semua kebohongan yang dilakukan oleh Rama. Rama hanya bisa mengelak semua tuduhan-tuduhan yang di lontarkan Juli kepada dirinya.

Setelah kejadian itu, Rama meminta maaf kepada Juli dan dia berubah menjadi pria yang sangat perhatian kepada Juli. Tetapi seiring berjalannya waktu rasa jenuh Rama muncul lagi, dan Rama kembali seperti Rama yang dulu. Dengan harapan yanng pupus akhirnya Juli meninggalkan Rama begitu saja. Hubungan mereka tidak pernah ada awalan dan akhiran.

Karena seorang pria yang menyayangimu dengan tulus adalah pria yang memberikan kepastian serta kebahagiaan kepada wanitanya. Carilah pria yang tulus mencintaimu bagaimanapun keadaan kamu. Dan jangan cepat menjatuhkan hati kepada seseorang yang belum kamu kenal siapa dirinya yang sebenarnya.