Setelah putus dengan mantan kekasihnya, Juli
merasa sangat galau. Ini adalah kegalauan terberat yang di alaminya
dibandingkan dengan mantan-mantan kekasihnya yang lain. Karena hubungan Juli
dengan mantan kekasihnya itu bernama Angga sudah menjurus ke pernikahan. Tetapi
yang namanya jodoh ada di tangan tuhan. Manusia bisa saja berencana apapun,
tetapi Tuhan yang punya kehendak terjadinya suatu hal.
Sekarang status “jomblo” melekat di dirinya.
Beberapa temannya ada yang mengejek dia dengan sebutan jomblo itu, karena Juli
lebih terkenal sebagai tukang PHP-in cwo-cwo. PHP itu adalah pemberi harapan
palsu. Ada juga teman-teman yang mengetahui bahwa Juli jomblo mereka mencoba
mendekatinya. Akan tetapi tetap saja, Juli masih galau semenjak kejadian putus
dengan kekasihnya itu.
Sudah ada dua cwo yang dikenalkan temannya ke
Juli. Tetapi Juli tidak cocok dengan
mereka. Entah Juli yang memang benar merasa tidak cocok atau dia belum
bisa membuka hatinya untuk orang lain. Atau mungkin Juli memberi waktu kepada
dirinya sendiri untuk bersedih dan mencoba mengambil hikmah dari patah hati
yang ia alami dan rasakan.
Lima bulan berlalu,
Juli mulai move on sedikit demi sedikit. Juli pun mulai menyibukkan dirinya
agar tidak teringat kenangan bersama mantan kekasihnya itu. Juli lebih sering
bermain dengan teman-temannya. Karena teman yang baik itu selalu menemani
disetiap saat dibutuhkan, bahkan ketika sedang patah hati dan mencoba move on.
Suatu ketika ada seorang cwo yang mendekati
Juli. Laki-laki itu bernama Rama. Baru beberapa kali kencan, Juli sudah jatuh
hati kepadanya. Rasa kegalauan karena
putus dengan mantan kekasihnya semakin hilang. Bagaikan hujan yang beganti
langit cerah. Akan tetapi, Rama belum menyatakan cinta kepada Juli.
Perasaan jatuh cinta itu seketika berubah
menjadi perasaan takut. Rasa takut di kecewakan lagi, rasa takut akan merasakan
patah hati lagi, dan takut akan kata serius. Pandangan Juli terhadap cinta
menjadi berubah. Di pikirannya tertanam bahwa orang yang akan menyakitinya
adalah orang yang di cintainya.
Rasa takut dan trauma yang di alaminya membuat Juli menjadi salah tingkah kepada Rama hingga membuat Rama menjadi bertanya-tanya ada apa dengan Juli. Terkadang Juli mencoba menjauhi Rama, tetapi di dalam hatinya ia ingin sekali memiliki pria itu.
Karena seorang pria yang menyayangimu dengan
tulus adalah pria yang memberikan kepastian serta kebahagiaan kepada wanitanya.
Carilah pria yang tulus mencintaimu bagaimanapun keadaan kamu. Dan jangan cepat
menjatuhkan hati kepada seseorang yang belum kamu kenal siapa dirinya yang
sebenarnya.
Rasa takut dan trauma yang di alaminya membuat Juli menjadi salah tingkah kepada Rama hingga membuat Rama menjadi bertanya-tanya ada apa dengan Juli. Terkadang Juli mencoba menjauhi Rama, tetapi di dalam hatinya ia ingin sekali memiliki pria itu.
Walaupun di bayangi rasa kebimbangan dan rasa
takut akan patah hati lagi, Juli mencoba tetap melangkah mengikuti kata hatinya
untuk jatuh cinta lagi dan membuka hatinya untuk Rama. Dan membuang jauh-jauh
pikiran negatifnya tentang patah hati. Karena ia menyadari bahwa Tuhan
menciptakan segalanya di dunia berpasang-pasangan. Hitam putih, pria wanita,
siang malam, garpu sendok, jatuh cinta patah hati. Dan bila kita sudah
memutuskan untuk jatuh cinta kepada seseorang, kita harus mempersiapkan diri
untuk merasakan kecewa dan sakit hati. Karena di dalam hubungan asmara tidak
ada yang tidak pernah bertengkar atau salah paham.
Seiring berjalannya waktu, Juli dan Rama semakin
dekat, tetapi mereka berdua belum
menentukan kemana arah hubungan mereka.
Karena Rama belum menyatakan cintanya kepada Juli semenjak dia PDKT. Juli
bertanya kepada Rama, apakah Rama menyukai dirinya? Tetapi jawaban Rama selalu
sama “jalani saja dulu yang ada sekarang, aku ga ingin terburu-buru”. Juli
mencoba menerima jawaban Rama untuk menjalani hubungan yang ada tanpa status
itu.
Dari perkataan Rama yang meminta untuk menjalani
hubungan tanpa status itu menimbulkan banyak pertanyaan di kepala Juli. Apakah
Rama memang ingin serius kepada dirinya hingga tidak mau terlalu terburu-buru
menjalin hubungan yang serius? Apakah Rama masih nyaman dengan status single
nya? Apakah masih ada hati yang di jaga? Apakah sebenarnya Rama mempunyai
seorang pacar? Semua pertanyaan positif sampai negatif tumpah ruweh menjadi
satu dipikirannya hingga membuat Juli merasa galau.
Karena penasaran dengan semua pertanyaan yang
ada di kepalanya. Juli mulai stalking tentang Rama. Ia menanyakan bagaimana
sikap keseharian Rama kepada temannya yang mengenalkan dia kepada Rama. Ia juga
stalking melalui media sosial. Bahkan ia
menjadi agak protektif kepada Rama.
Sedikit demi sedikit, Juli mulai mendapatkan jawaban
atas pertanyaan-pertanyaan mengenai Rama. Ternyata Rama adalah sosok lelaki
yang genit, tebar pesona, dan pemberi harapan palsu kepada semua wanita, tetapi
orang yang mengenalnya tidak akan menyangka dia genit karena wajahnya yang
sangat polos. Juli merasa sakit hati dan tertipu dengan muka luguh Rama.
Suatu hari Juli bertemu dengan Rama dan membahas
lagi semua tentang hubungan mereka. Jawaban Rama masih tetap sama ingin
menjalani yang ada saja. Untuk kali ini Juli tidak bisa menerima jawaban Rama
yang seperti itu. Akhirnya Juli mengeluarkan semua isi hati dan pikirannya
kepada Rama. Juli membongkar semua kebohongan yang dilakukan oleh Rama. Rama
hanya bisa mengelak semua tuduhan-tuduhan yang di lontarkan Juli kepada
dirinya.
Setelah kejadian itu, Rama meminta maaf kepada
Juli dan dia berubah menjadi pria yang sangat perhatian kepada Juli. Tetapi
seiring berjalannya waktu rasa jenuh Rama muncul lagi, dan Rama kembali seperti
Rama yang dulu. Dengan harapan yanng pupus akhirnya Juli meninggalkan Rama
begitu saja. Hubungan mereka tidak pernah ada awalan dan akhiran.
No comments:
Post a Comment