Tuesday, July 28, 2015

Dibalik Cinta


Mario adalah seorang pria yang sudah lama menyukai rekan kerjanya yang bernama Chika. Mereka menjadi rekan kerja selama satu tahun. Mereka sangat dekat dan Mario begitu perhatian dengan Chika. Diam-diam Mario memendam perasaaan terhadap Chika, akan tetapi Chika tidak menyadari bahwa Mario menyukainya.Karena selama ini, Chika hanya menganggap semua perhatian  yang diberikan Mario hanyalah sebatas hubungan pertemanan.

Pada suatu hari kantor tersebut mengadakan event dan si Bos menyuruh Mario dan Chika sebagai MC pada acara tersebut. Sebelum acara di mulai, Mario dan Chika melakukan improvisasi di sebuah ruangan. Ketika sedang melakukan improvisasi, Mario menyatakan cinta kepada Chika. Dengan wajah yang memerah dan gugup Mario mengucapkan “Chika, sebenernya saya menyukai kamu dari pertama kali saya mengenalmu. Hanya saja baru kali ini saya berani mengungkapkan perasaan saya kepada kamu. Kamu mau gak jadi pacar saya?”. Tanpa ragu Chika menjawab “Saya tidak menyukaimu sedikitpun, dan saya hanya menganggap kamu rekan kerja saya, maaf”. Jawaban yang Chika lontarkan membuat Mario merasa patah hati. Tetapi Mario tidak menyerah sampai disitu, ia tetap memberikan perhatian yang lebih kepada Chika.

Berbagai macam cara dilakukan Mario untuk menarik perhatian Chika. Hingga Mario berubah menjadi lelaki yang sangat romantis. Setiap hari Sabtu Mario selalu mengirimkan serangkai bunga mawar ke rumah Chika. Setiap hari di kantor Mario membelikan makan siang untuk Chika. Dan sering kali di meja kerja Chika ada puisi-puisi romantis dan satu batang coklat yang di kirim oleh Mario. 

Satu bulan berlalu, Mario menyatakan cintanya lagi kepada Chika. Dan jawaban Chika masih tetap sama seperti dahulu pertama kali Mario menyatakan cinta kepadanya. Patah hati dengan  orang yang sama untuk yang kedua kali dirasakan Mario. Tetapi penolakan itu tidak membuat Mario menyerah begitu saja. Mario tetap berusaha mendapatkan hati Chika. Hingga akhirnya lima kali Mario menyatakan cintanya kepada Chika, Chika pun menerima cintanya.

Sesungguhnya Chika tidak mempunyai perasaan yang sama terhadap Mario. Tetapi ia melihat usaha lelaki itu untuk mendapatkan dirinya sangat luar biasa. Seiring berjalannya waktu, perasaan cinta itu timbul di dalam diri Chika.  Chika dan Mario saling mencinta.
Dihubungan 10 bulan pertama Mario sangat perhatian dengan Chika, bahkan apapun yang Chika inginkan di turuti oleh kekasihnya itu. Kebaikan hati, ketulusan cinta, dan kesetiaan Mario membuat Chika merasa semakin terlarut dalam cintanya, hingga membuat dirinya ingin menjadi pendamping hidup kekasihnya. 

Dua bulan kemudian tepat anniversary ke satu tahun mereka. Chika sudah membayangkan hal-hal romantis yang pasti akan di beri kekasihnya. Membayangkan dia akan di ajak dinner kekasihya di sebuah restaurant yang bernuansa romantis, Mario akan memberinya serangkai bunga, dan memakaikan cincin dijari manisnya. Tetapi Mario hanya mengajaknya ke tempat makan dipinggiran jalan dan memberi setangkai bunga mawar. Harapan indah dihari anniversary mereka, pupus sudah.

Semenjak kejadian itu, Chika menjadi ragu kepada kekasihnya. Karena Mario tidak biasanya bersikap sederhana seperti itu.
Dua tahun mereka berpacaran, Mario semakin harinya semakin cuek, sehingga Chika merasa bahwa Mario bukanlah dirinya yang dulu.  Padahal Chika sudah mempunyai angan-angan bahwa di Anniversary nya yang ke tiga tahun akan ada cincin pernikahan yang melingkar di jarinya dari Mario. 

Chika: Aku mau bicara sama kamu tentang hubungan kita.
Mario : Ada apa dengan hubungan kita? Semuanya baik-baik saja bukan?
Chika : Iya memang hubungan kita baik-baik saja. Tetapi mau sampai kapan kita berpacaran? Umur aku sudah 25 tahun, dan aku sudah di bayangi pertanyaan-pertanyaan kapan menikah. Tadinya aku ingin sekali menikah dengan mu, tetapi melihat sikapmu setahun terakhir ini aku menjadi ragu akan cintamu kepadaku. Kamu selalu sibuk dengan duniamu sendiri, hingga kamu menjadi cuek kepadaku. Aku ajak kamu ke butik gaun pengantin, aku ajak kamu melihat apartemen yang bagus untuk kelak kita nanti berkeluarga bisa tinggal disana, aku mengajakmu ke toko perhiasan tetapi kamu masih menghindar seolah kamu tidak ingin mempersiapkan diri untuk menikah denganku. Maafin aku udah ga bisa lanjutin hubungan ini, aku ingin seseorang yang serius denganku.
Mario : Oh yasudah kalau itu mau mu. Aku terima. Oh ya ini undangan pernikahanku. Kamu jangan lupa datang ya. Dan ini amplop coklat untukmu.
Chika : Selama ini kamu pacaran sama aku, aku sudah dekat dengan wanita lain? Pantas saja sikap mu berubah menjadi cuek. (Chika berbicara sambil membuka undangan pernikahan itu. Dan ketika Chika membacanya, di undangan pernikahan itu tertuliskan namanya)
Mario : Tolong kamu buka juga amplop coklatnya
Chika : (dengan wajah yang kebingungan, Chika membuka amplop coklat itu. Dan di dalam amplop coklat itu terdapat sertifikat apartemen yang Chika inginkan, Foto gaun yang Chika inginkan). Ini maksudnya apa? (air mata Chika mengalir)
Mario : (tiba-tiba Mario mengeluarkan cincin dari kantong celananya)  Chika, will you marry me?
Chika : (langsung memeluk kekasihnya itu) Yes ! I love you Mario.

END