Mario adalah seorang pria yang sudah lama menyukai rekan kerjanya yang
bernama Chika. Mereka menjadi rekan kerja selama satu tahun. Mereka sangat
dekat dan Mario begitu perhatian dengan Chika. Diam-diam Mario memendam
perasaaan terhadap Chika, akan tetapi Chika tidak menyadari bahwa Mario
menyukainya.Karena selama ini, Chika hanya menganggap semua perhatian yang diberikan Mario hanyalah sebatas hubungan pertemanan.
Pada suatu hari kantor tersebut mengadakan
event dan si Bos menyuruh Mario dan Chika sebagai MC pada acara tersebut.
Sebelum acara di mulai, Mario dan Chika melakukan improvisasi di sebuah
ruangan. Ketika sedang melakukan improvisasi, Mario menyatakan cinta kepada
Chika. Dengan wajah yang memerah dan gugup Mario mengucapkan “Chika, sebenernya
saya menyukai kamu dari pertama kali saya mengenalmu. Hanya saja baru kali ini
saya berani mengungkapkan perasaan saya kepada kamu. Kamu mau gak jadi pacar
saya?”. Tanpa ragu Chika menjawab “Saya tidak menyukaimu sedikitpun, dan saya
hanya menganggap kamu rekan kerja saya, maaf”. Jawaban yang Chika lontarkan
membuat Mario merasa patah hati. Tetapi Mario tidak menyerah sampai disitu, ia
tetap memberikan perhatian yang lebih kepada Chika.
Berbagai macam cara dilakukan Mario untuk
menarik perhatian Chika. Hingga Mario berubah menjadi lelaki yang sangat
romantis. Setiap hari Sabtu Mario selalu mengirimkan serangkai bunga mawar ke
rumah Chika. Setiap hari di kantor Mario membelikan makan siang untuk Chika.
Dan sering kali di meja kerja Chika ada puisi-puisi romantis dan satu batang
coklat yang di kirim oleh Mario.
Satu bulan berlalu, Mario menyatakan cintanya lagi kepada Chika. Dan jawaban Chika masih tetap sama seperti dahulu pertama kali Mario menyatakan cinta kepadanya. Patah hati dengan orang yang sama untuk yang kedua kali dirasakan Mario. Tetapi penolakan itu tidak membuat Mario menyerah begitu saja. Mario tetap berusaha mendapatkan hati Chika. Hingga akhirnya lima kali Mario menyatakan cintanya kepada Chika, Chika pun menerima cintanya.
Sesungguhnya Chika
tidak mempunyai perasaan yang sama terhadap Mario. Tetapi ia melihat usaha
lelaki itu untuk mendapatkan dirinya sangat luar biasa. Seiring berjalannya
waktu, perasaan cinta itu timbul di dalam diri Chika. Chika dan Mario saling mencinta.
Dihubungan 10 bulan
pertama Mario sangat perhatian dengan Chika, bahkan apapun yang Chika inginkan
di turuti oleh kekasihnya itu. Kebaikan hati, ketulusan cinta, dan kesetiaan
Mario membuat Chika merasa semakin terlarut dalam cintanya, hingga membuat
dirinya ingin menjadi pendamping hidup kekasihnya.
Dua bulan kemudian
tepat anniversary ke satu tahun mereka. Chika sudah membayangkan hal-hal
romantis yang pasti akan di beri kekasihnya. Membayangkan dia akan di ajak
dinner kekasihya di sebuah restaurant yang bernuansa romantis, Mario akan
memberinya serangkai bunga, dan memakaikan cincin dijari manisnya. Tetapi Mario
hanya mengajaknya ke tempat makan dipinggiran jalan dan memberi setangkai bunga
mawar. Harapan indah dihari anniversary mereka, pupus sudah.
Semenjak kejadian
itu, Chika menjadi ragu kepada kekasihnya. Karena Mario tidak biasanya bersikap
sederhana seperti itu.
Dua tahun mereka berpacaran, Mario semakin harinya semakin cuek,
sehingga Chika merasa bahwa Mario bukanlah dirinya yang dulu. Padahal Chika sudah mempunyai angan-angan
bahwa di Anniversary nya yang ke tiga tahun akan ada cincin pernikahan yang
melingkar di jarinya dari Mario.
Chika: Aku mau
bicara sama kamu tentang hubungan kita.
Mario : Ada apa
dengan hubungan kita? Semuanya baik-baik saja bukan?
Chika : Iya memang
hubungan kita baik-baik saja. Tetapi mau sampai kapan kita berpacaran? Umur aku
sudah 25 tahun, dan aku sudah di bayangi pertanyaan-pertanyaan kapan menikah.
Tadinya aku ingin sekali menikah dengan mu, tetapi melihat sikapmu setahun
terakhir ini aku menjadi ragu akan cintamu kepadaku. Kamu selalu sibuk dengan
duniamu sendiri, hingga kamu menjadi cuek kepadaku. Aku ajak kamu ke butik gaun
pengantin, aku ajak kamu melihat apartemen yang bagus untuk kelak kita nanti
berkeluarga bisa tinggal disana, aku mengajakmu ke toko perhiasan tetapi kamu
masih menghindar seolah kamu tidak ingin mempersiapkan diri untuk menikah
denganku. Maafin aku udah ga bisa lanjutin hubungan ini, aku ingin seseorang
yang serius denganku.
Mario : Oh yasudah kalau itu mau mu. Aku terima. Oh ya ini undangan
pernikahanku. Kamu jangan lupa datang ya. Dan ini amplop coklat untukmu.
Chika : Selama ini
kamu pacaran sama aku, aku sudah dekat dengan wanita lain? Pantas saja sikap mu
berubah menjadi cuek. (Chika berbicara sambil membuka undangan pernikahan itu.
Dan ketika Chika membacanya, di undangan pernikahan itu tertuliskan namanya)
Mario : Tolong kamu
buka juga amplop coklatnya
Chika : (dengan
wajah yang kebingungan, Chika membuka amplop coklat itu. Dan di dalam amplop
coklat itu terdapat sertifikat apartemen yang Chika inginkan, Foto gaun yang
Chika inginkan). Ini maksudnya apa? (air mata Chika mengalir)
Mario : (tiba-tiba
Mario mengeluarkan cincin dari kantong celananya) Chika, will you marry me?
Chika : (langsung memeluk kekasihnya itu) Yes ! I love you Mario.
END