Sebuah jalinan percintaan yang sangat mesra dan
harmonis di rasakan oleh sepasang kekasih yang bernama Racheal dan
Richard . Mereka berdua saling mencintai dan saling menjaga satu sama
lain.
Cinta yang mereka
jalani berawal dari perkenalan di sebuah toko baju . Pada saat itu
Racheal sedang jalan-jalan dengan temannya ke sebuah mall, dan Racheal
melihat sosok lelaki tampan yang berdiri di depan toko baju . Racheal
memandang lelaki itu sampai terkesima hingga temen-temennya di acuhkan .
Dengan muka gugup dan kasmaran Racheal menghampiri toko tersebut
bersama teman-temannya. Racheal yang banyak bicara menjadi pendiam
ketika masuk ke toko itu . Salah satu teman Racheal yang bernama Angel
sedang menanyakan kualitas baju kepada lelaki itu. Dan ternyata lelaki
tersebut menanyakan kepada Angel nama Racheal. Lalu Angel menarik tangan
Racheal dan memperkenalkan Racheal dengan Richard .
Dari sanalah
hubungan mereka makin dekat. Mereka bertukar pin BB dan mereka sering
bertemu . Seiring berjalannya waktu mereka menjalin hubungan cinta
hingga sampai saat ini . Hubungan mereka sudah berjalan 1 tahun. Kedua
orang tua mereka telah mengetahui hubungan mereka dan menyetujuinya .
Bahkan orang tua mereka berharap kalo mereka berjodoh dan akan segera
menikah .
Tepat tanggal 19
adalah hari Anniversary mereka yang ke 1thn . Richardpun mengajak
Racheal pergi ke Puncak dan merayakan Anniversary disana . Racheal
setuju dengan usul yang di berikan oleh kekasihnya. Mereka berangkat
tanggal 18 pukul 21.00 malam dengan menggunakan kendaraan bermotor .
Sesampainya mereka disana , Richard langsung membawa kekasihnya itu ke
sebuah penginapan yang sangat bagus dan romantis. Waktu menunjukkan
pukul 00.00 , Richard membawa Racheal ke dalam kamar .
Kamar itu sangat
gelap , karena lampu dimatikan oleh Ricard. Rachel berjalan perlahan
sambil mencari tombol untuk menyalakan lampu. Ketika Racheal menemukan
tombol tersebut dan dia menyalakannya. Dengan wajah terkejut ternyata di
atas kasur yang lembut ada bunga mawar yang berbantuk love dan di
tengahnya ada cake berbentuk love dengan lilin-lilin stick di
pinggirannya. Racheal sangat senang melihat kejutan itu, dan ini pertama
kalinya Racheal mendapat kejutan yang istimewa.
Air mata bahagia
menetes di pipi Racheal. Rachealpun langsung menghampiri Richard dan
memeluknya. Pelukan itu semakin erat karna mereka berdua saling
mencintai. Setelah itu mereka berdua duduk di kasur dan memotong cake
love bersama-sama. Sambil mengucapkan janji saling mencintai hingga
akhir waktu sampai maut memisahkan. Suasana yang teramat romatis
tercipta seperti yang ada di film breaking down.
Jam 07.00 pagi,
Racheal terbangun dan ketika ia melihat kesamping ada Richard sedang
tertidur pulas disampingnya. Racheal tersenyum dan langsung mencium
kening kekasihnya. Racheal bangun dari tempat tidur dan mandi . Lalu ia
membelikan sarapan untuk kekasihnya yang sedang tertidur pulas itu.
Ketika Ricard terbangun dari tidurnya ia melihat makanan di meja dan
langsung menyantapnya dengan lahap meskipun belum mandi.
Racheal pulang
kerumah dengan perasaan yang amat sangat senang. Racheal terus
membayangkan wajah kekasihnya yang tampan dan manis itu. Richard
merasakan hal yang sama seperti yang di rasakan oleh kekasihnya itu.
Mereka berdua saling mencintai dan hubungan mereka sangat harmonis .
Sebulan
telah berlalu, sikap Richard terhadap Racheal sudah tidak seromantis
dulu dan seharmonis dulu. Richard berubah semenjak kuliah. Richard lebih
sering marah-marah dan tidak ada waktu lagi untuk bertemu dengan
Racheal. Dulu Richard selalu menelpon Racheal hanya untuk menanyakan
kabar , tetapi sekarang dering telpon itu sudah tidak ada
lagi..Kesedihan berlarut-larut dirasakan oleh Racheal. Racheal hanya
bisa memandangi foto bersama kekasihnya itu sambil meneteskan air
mata.
Malam
minggu Racheal mengajak Richard nonton dan Richardpun mau . Mereka
berdua janjian di bioskop jam 7.00pm. Ketika mereka nonton Richard tak
menggenggam tangan kekasihnya lagi bahkan ia tak perduli. Setelah mereka
selesai nonton mereka menghampiri sebuah restaurant yang sangat bagus
dengan suasana romantis. Hari Racheal sangat senang karna kekasihnya
mengajak ke restaurant romantis itu.
Suasana
romantis dimalam minggu menyelimuti pertemuan Racheal dan Richard. Di
dalam lubuk hati Racheal berkata bahwa Richard akan segera melamarnnya.
Ternyata harapan itu bertolak belakang dengan kenyataan. Richard
mengajak Racheal ke restaurant romantis itu sebagai pertemuan terakhir
mereka. Richard memutuskan untuk pergi dari kehidupan Racheal.
Kata
pisah terlontarkan dari bibir Richard. Racheal sangat sedih meneteskan
air mata dan langsung meninggalkan Richard . Richard tak sedikitpun
mengejar Racheal yang sedang berlari. Racheal berlari sangat kencang
sambil meneteskan air mata. Sesampainya dirumah ia langsung membanting
bingkai foto yang ada dikamarnya. Dia membakar semua pemberian dari
Richard .
Tanpa memberikan
alasan yang tepat Richard dengan mudah memutuskan hubungannya dengan
kekasihnya itu. Hubungan yang telah di bina selama satu tahun terasa
sia-sia. Racheal merasa sangat kecewa dan membenci Richard, walaupun
didalam lubuk hatinya dia begitu mencintai Richard. Racheal berfikiran
ingin bunuh diri karena kekecewaannya terhadap Richard.
Handphone Racheal
berdering, Racheal menyangka bahwa yang menelpon adalah Richard. Tetapi
tidak, yang menelponnnya adalah Angel. Dengan suara yang
tersendat-sendat Racheal menganggakat telepon dari Angel. Angel kaget
ketika mendengar suara sahabatnya tersendat-sendat karena menangis.
Angelpun mematikan teleponnya dan langsung datang kerumah Racheal.
Sesampainya dirumah
Racheal, Angel langsung masuk ke dalam kamarnya. Angel membuka pintu
perlahan dan dia melihat kamar Racheal sangan berantakan karena banyak
pecahan kaca bingkai foto, lalu Angel berteriak kencang memanggil nama
Racheal yang sedang tergeletak di lantai kamarnya dengan berlumuran
darah dari tangannya. Angel sangat panik melihat kondisi temannya yang
sudah tidak sadarkan diri. Angel mengambil handphone yang ada di tasnya
dengan tangan yang gemetar lalu dia langsung menelpon rumah sakit.
Angel nangis
berteriak histeris melihat sahabatnya masuk ruang UGD. Angel mencoba
berkali-kali menelpon orang tuanya Racheal tetapi tidak bias dihubungi.
Karena orangtua Racheal sedang dalam perjalanan dinas ke Kalimantan.
Angel panik dan dia hanya mondar-mandir di depan ruang ICU. Sejam
berlalu dokter keluar dari ruang UGD, Angel menghampiri dokter itu untuk
menanyakan keadaan Racheal. Dokter menjelaskan kalau Racheal tidak
mengalami luka yang parah, goresan di lengannya tidak terlalu dalam. Dan
Angel bisa pulang besok.
Suster mengantarkan
Racheal ke kamar inap. Racheal telah sadarkan diri, perlahan-lahan dia
membuka mata dan menanyakan kepada Angel dimana handphonenya. Tetapi
Angel tidak membawa handphone Racheal karena ia terlalu panik terhadap
kondisi Racheal. Racheal meneteskan air mata dan menceritakan semuanya
kepada Angel. Sebagai sahabat Angel hanya bisa memberikan pelukan dan
saran untuknya agar bisa menerima kenyataan pahit ini.
Keesokan harinya
Racheal sudah diperbolehkan pulang kerumah oleh dokter. Racheal pulang
kerumah dijemput oleh Angel karena orang tuanya belum pulang dinas dan
orang tuanya tidak mengetahui apa yang terjadi pada anaknya. Sesampainya
dirumah Racheal mencari handphonenya dan berharap Richard akan
menanyakan kabarnya dan mencarinya. Ternyata tidak ada sms atau telepon
dari Richard. acheal semakin yakin dengan perasaannya bahwa Richard
berselingkuh. Karena hubungan yang mereka bina kandas begitu saja.
Hari Sabtu Racheal
mengajak Angel untuk nonton bioskop di Mall tempat pertama kali dia
bertemu dengan Richard. Sebelum film dimulai mereka berdua pergi ke
restaurant untuk makan. Ketika Angel memesan makanan dia melihat sosok
seorang laki-laki mirip sekali dengan Richard. Angel mencoba menegaskan
pengelihatannya, ternyata laki-laki itu adalah Richard. Angel melihat
Richard sedang bermesraan dengan tante-tante di restaurant ini. Karena
Angel tidak ingin sahabatnya mengingat Richard lagi, Angel tidak jadi
memesan makanan dan langsung menarik tangan Racheal untuk mengajaknya
makan ditempat lain.
Mereka pindah makan
di restaurant Jepang. Karena makanan yang mereka pesan lama datang,
mereka berdua jadi telat nonton. Dan mereka terburu-buru menghabiskan
makanan itu. 10 menit film berlangsung Racheal dan Angel sampai
dibioskop. Mereka berdua duduk di bangku 12-13 D. Racheal duduk
disebelah tante-tante yang sangat berlebihan. Film berlanngsung sangat
seru karena film yang ditonton adalah film horor.
Film telah selesai,
lampu bioskop menyala. Ketika Racheal menengok ke kiri ternyata yang
bersama tante-tante berlebihan itu adalah mantan kekasihnya. Richard
kaget dan merasa malu karena bertemu dengan mantan kekasihnya. Racheal
meneteskan air mata di depan Richard dan tante-tante itu, lalu Rachel
menarik tangan Angel dan meninggalkan tempat itu.
Racheal berlari
sekencang-kencangnya keluar dari mall. Lalu dia memberhentikan taksi
yang sedang melintas dijalan. Racheal bukan menunjukan arah kerumah,
tetapi ke pantai. Sesampainya dipantai Racheal berteriak
sekencang-kencangnya. Dia merasa menyesal telah mencintai seorang
laki-laki seperti Richard. Dia tidak menyangka bahwa kekasih yang sangat
dicintainya itu adalah simpanan tante-tante. Kecewa yang teramat dalam
kini yang Racheal rasakan. Angel mencoba menenangkan sahabatnya yang
sedang kecewa.
Tangisan Racheal
semakin tidak terdengar lagi. Perlahan dia mulai tersenyum walaupun air
matanya masih mengalir di pipinya. Dia memeluk Angel dengan erat lalu
dia berjalan menuju ombak pantai.
“Terima kasih Tuhan
karena engkau telah menunjukkan siapa dia. Seharusnya aku menangis
bahagia bukan menangis sedih, Karena dihubungan ku yang ke satu tahun
aku dipisahkan olehnya. Aku memang sangat mencintainya lebih dari
apapun. Aku telah memberikan seluruh jiwa ragaku. Aku sangat menyesal
dengan semua perbuatanku dulu. Maafkan aku tuhan yang telah melanggar
aturanmu. Dan aku akan menjadikan musibah ini sebagai pelajaran. Aku
akan terus belajar untuk memahami arti cinta yang tulus. Sebagus apapun
pilihanku, aku tahu pilihanmu lebih bagus dan lebih baik Tuhan. Semua
akan indah pada waktunya. Saat ini aku akan mengejar cita-citaku yaitu
membuat orang tuaku bahagia”
END
No comments:
Post a Comment